Sangattapos.com
Berita

Dari Pekarangan Rumah, Sunarti Tumbuhkan Ketahanan Pangan dan Gizi Balita Desa Baay

SANGATTAPOS.COM – Pagi itu terasa lebih hangat dari biasanya. Sinar matahari perlahan menyentuh pekarangan rumah yang kini dipenuhi hijau dedaunan. Di antara bayam, kangkung, tomat, cabai, hingga daun kelor yang tumbuh rapi, sekelompok perempuan tampak sibuk berkebun dengan peralatan sederhana. Tawa dan obrolan ringan mengiringi aktivitas menanam dan merawat tanaman hortikultura di demplot pekarangan bersama.

Pekarangan yang dahulu hanya menjadi ruang sisa, kini bertransformasi menjadi kebun kecil yang produktif dan sarat makna. Di tempat inilah semangat kebersamaan tumbuh seiring dengan tanaman yang dirawat penuh ketelatenan.

Di tengah aktivitas itu, tampak seorang perempuan muda dengan sigap memberi arahan. Gerakannya cekatan, tutur katanya lugas, dan perhatiannya tak lepas dari setiap tanaman yang sedang dirawat. Dialah Sunarti, Ketua Kelompok Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Desa Baay, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur.

Bersama kader-kader posyandu ILP lainnya, Sunarti menginisiasi pemanfaatan pekarangan rumah sebagai media budidaya hortikultura. Sebuah langkah sederhana, namun memiliki dampak besar bagi ketahanan pangan keluarga dan kesehatan masyarakat.

“Kegiatan berkebun ini adalah bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Kami ingin ibu-ibu memiliki akses pangan segar yang mudah, bergizi, dan berkelanjutan,” tutur Sunarti, perempuan kelahiran Batu Lepoq, Karangan, 35 tahun silam.

Bagi Sunarti dan rekan-rekannya, setiap tanaman yang tumbuh bukan sekadar sayuran. Ia menjadi simbol kemandirian pangan, sekaligus ikhtiar mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar yang kualitas dan harganya kerap tak menentu.

Budidaya hortikultura di pekarangan rumah juga memiliki keterkaitan erat dengan tugas utama para kader posyandu, yakni menjaga kesehatan ibu dan anak. Hasil kebun dimanfaatkan sebagai bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu. Sayuran segar diolah menjadi menu sehat seperti bubur sayur, sup sederhana, hingga camilan bergizi untuk balita dan ibu hamil.

“Tidak semua ibu memiliki kesadaran penuh tentang pentingnya makanan bergizi. Karena itu, setiap kegiatan posyandu selalu kami sertai edukasi tentang gizi seimbang sesuai usia bayi dan balita,” ujar ibu tiga anak ini.

Lebih dari sekadar menanam, pekarangan hortikultura menjadi ruang edukasi berbasis praktik nyata. Anak-anak dan anggota keluarga dapat menyaksikan langsung proses menanam, merawat, hingga memanen. Dari sana tumbuh kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Sunarti mengungkapkan, keberhasilan kegiatan ini tak lepas dari pendampingan PT Indexim Coalindo melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Melalui program tersebut, para kader mendapatkan edukasi budidaya hortikultura sehingga mampu menyediakan bahan pangan berkualitas untuk PMT posyandu.

“Kami bersyukur mendapat pendampingan. Ilmu yang kami dapatkan sangat bermanfaat untuk kesehatan masyarakat,” kata Sunarti, yang juga dikenal sebagai pehobi olahraga voli.

Melalui kebun kecil di pekarangan rumah, Sunarti dan kader posyandu ILP Desa Baay menanam lebih dari sekadar sayuran. Mereka menanam harapan tentang keluarga yang lebih sehat, anak-anak yang tumbuh kuat, dan masyarakat yang kian tangguh. Sebuah praktik sederhana yang menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan lokal dan kualitas hidup yang berkelanjutan. (*)

Related posts

DPPKB Kutim Dorong Penguatan Pendidikan Keluarga untuk Menekan Risiko Stunting

administrator

Disporo Dukung Olahraga Disabilitas & Tradisional, Potensi Atlet Kutim Luar Biasa

administrator

Jemput Bola di Kaubun, TPPS Kutim Fokus Edukasi Cegah Stunting

administrator