
SANGATTAPOS.COM – Peran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkembang. Petugas tidak hanya berhadapan dengan kebakaran permukiman, tetapi juga dapat terlibat dalam penanganan kebakaran lahan serta berbagai kebutuhan penyelamatan masyarakat.
Perbedaan karakter kejadian tersebut membuat kebutuhan perlengkapan Damkarmat menjadi semakin beragam. Peralatan yang efektif digunakan pada satu kondisi belum tentu memiliki fungsi yang sama ketika digunakan pada medan berbeda.
Plt Kepala Damkarmat Kutim, Sugiyo, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penguatan sarana dan prasarana.
“Selang dan nozzle yang kita punya lebih banyak digunakan untuk kebakaran permukiman. Kalau dibawa ke medan lahan, tentu kondisinya berbeda,” ujar Sugiyo.
Menurutnya, penggunaan peralatan pada medan yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko kerusakan. Sebagian selang Damkarmat bahkan mengalami kerusakan setelah digunakan dalam penanganan kebakaran lahan.
Kondisi itu menunjukkan bahwa kebutuhan peralatan harus disesuaikan dengan perkembangan tugas di lapangan. Ketika jenis kejadian semakin beragam, perlengkapan yang digunakan petugas juga harus mampu mengikuti kebutuhan tersebut.
Selain peralatan pemadaman, Damkarmat membutuhkan alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan rescue. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan tugas penyelamatan yang dihadapi petugas dalam berbagai situasi.
“Kalau tugas kita semakin luas, peralatannya juga harus mengikuti kebutuhan. Petugas harus mendapatkan perlengkapan yang sesuai supaya bisa bekerja dengan aman,” kata Sugiyo.
Program 2026 turut diarahkan pada pengadaan peralatan dan APD. Pengadaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan petugas sekaligus memberikan perlindungan ketika menjalankan tugas.
Menurutnya, perlengkapan yang sesuai akan membantu petugas bekerja lebih efektif. Pada saat yang sama, keselamatan personel tetap menjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam setiap operasi.
Dengan penguatan peralatan, Damkarmat diharapkan tidak hanya mampu menangani kebakaran permukiman, tetapi juga lebih siap menghadapi kebakaran lahan dan berbagai kondisi penyelamatan lainnya.
Kebutuhan tersebut menjadi bagian dari upaya menyesuaikan kemampuan organisasi dengan tantangan pelayanan yang semakin luas di Kutim. (Adv/Kominfo)
