
SANGATTAPOS.COM – Mencegah kebakaran tidak selalu harus dimulai ketika api sudah muncul. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) justru berupaya membangun kesadaran sejak dini melalui edukasi kepada anak-anak di lingkungan sekolah.
Sekolah menjadi salah satu sasaran kegiatan sosialisasi Damkarmat. Edukasi dilakukan mulai tingkat TK, SD, SMP hingga SMA di berbagai wilayah dan pos pelayanan.
Langkah tersebut dinilai penting karena anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat membawa pengetahuan mengenai keselamatan ke lingkungan keluarga.
Plt Kepala Damkarmat Kutim, Sugiyo, mengatakan pemahaman mengenai bahaya kebakaran perlu dikenalkan sejak usia dini.
“Kita melakukan sosialisasi mulai dari TK, SD, SMP sampai SMA. Anak-anak perlu diberikan pemahaman tentang bahaya kebakaran dan bagaimana menyikapinya,” ujar Sugiyo.
Menurutnya, edukasi kepada anak-anak merupakan bagian dari upaya membangun budaya pencegahan. Masyarakat tidak hanya diharapkan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memahami pentingnya menghindari berbagai kondisi yang dapat memicu kebakaran.
Kegiatan kunjungan dan edukasi dapat dilakukan sekitar 30 kali atau lebih dalam satu tahun. Frekuensi tersebut menjadi bagian dari upaya Damkarmat memperluas jangkauan sosialisasi.
Bagi Damkarmat, pencegahan memiliki posisi penting karena penanganan paling efektif adalah ketika risiko kebakaran dapat diminimalkan sejak awal.
“Kalau masyarakat sudah memahami bahaya dan cara mencegahnya, tentu akan lebih baik. Kami tidak ingin hanya datang ketika kebakaran sudah terjadi,” katanya.
Edukasi yang diberikan kepada anak-anak diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Pengetahuan tersebut dapat dibawa pulang dan disampaikan kembali kepada orang tua maupun anggota keluarga.
Selain menyasar sekolah, Damkarmat juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui pembentukan relawan kebakaran.
Dengan menggabungkan edukasi di sekolah dan peningkatan kesadaran masyarakat, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan secara lebih luas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Damkarmat untuk membangun masyarakat yang tidak hanya mengenal petugas pemadam ketika terjadi kebakaran, tetapi juga memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. (Adv/Kominfo)
