Sangattapos.com
Berita Pemerintahan

DPPKB Kutim Dorong Penguatan Pendidikan Keluarga untuk Menekan Risiko Stunting

SANGATTAPOS – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur Achmad Junaidi B, menyampaikan Pendidikan menjadi intervensi penting dalam menurunkan keluarga berisiko stunting. Pemerintah menilai rendahnya pendidikan orang tua berdampak langsung pada pola asuh anak. Karena itu, Paket A, B, dan C diarahkan kepada keluarga miskin ekstrem.

“Pendidikan itu fondasi. Kalau orang tua paham, risiko bisa ditekan,” kata Kadis P2KB.

Selain pendidikan formal, edukasi parenting juga menjadi fokus utama pemerintah. Dinas P2KB menggandeng media untuk menyebarkan konten edukatif secara masif. Video pendek dianggap efektif menjangkau masyarakat luas, terutama di daerah pedesaan.

“Media harus menjadi bagian dari edukasi, bukan hanya penyampai informasi,” ujarnya.

Program Cap Jempol Stop Stunting menempatkan keluarga sebagai pusat perubahan. Pemerintah ingin memastikan setiap keluarga memahami risiko PUS 4T. Pernikahan usia muda, jarak kelahiran dekat, dan jumlah anak yang banyak menjadi faktor utama.

“Kalau keluarga tidak paham PUS 4T, sulit menurunkan risiko,” tegasnya.

Masalah sanitasi juga masih menjadi tantangan besar di banyak desa. Banyak keluarga belum memiliki jamban layak dan akses air bersih memadai. Pemerintah merespons dengan program jamban sehat dan peningkatan rumah layak huni.

“Kita tidak bisa bicara gizi kalau rumah dan sanitasi masih tidak layak,” ungkapnya.

Penyuluh KB memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi langsung. Namun jumlah tenaga penyuluh di Kutim masih sangat minim. Hanya ada 40 PLKB untuk wilayah yang sangat luas.

“Dengan tenaga terbatas, kami tetap berusaha menjangkau seluruh desa semaksimal mungkin,” katanya.

Penguatan pendidikan keluarga dianggap sebagai pondasi jangka panjang dalam memutus mata rantai stunting. Pemerintah ingin memastikan setiap keluarga mampu mandiri dalam menjaga kesehatan anak. Kolaborasi lintas sektor akan terus dikuatkan untuk memperluas jangkauan edukasi.

“Kalau pondasi keluarga kuat, risiko stunting akan turun dengan sendirinya,” tutupnya. (Adv)

Related posts

Ketua DPRD Kutim Apresiasi TMMD: Bukti Nyata Pembangunan di Wilayah Terpencil

Dhedy Al Kutimi

TNI AL Lanal Sangatta Gelar Doa Lintas Agama dan Berbagi ke Pengurus Rumah Ibadah

Dhedy Al Kutimi

Kesetaraan Gender di Kutim, DP3A Pastikan Program Pengarusutamaan Gender Terus Berjalan

Dhedy Al Kutimi