
SANGATTAPOS — Infrastruktur menjadi fokus utama Desa Suarga Bara. Jalan poros dari Simpang 4 menuju kantor desa tengah diperbaiki untuk menghilangkan genangan air dan tanah becek, sehingga akses warga lebih aman dan nyaman.
Sementara listrik kini telah mengaliri pemukiman Kampung Makassar, memudahkan pengembangan UMKM, ketahanan pangan, dan aktivitas belajar anak-anak di malam hari. Pembangunan desa tidak hanya mengandalkan dana desa, tetapi juga kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, provinsi, dan program CSR perusahaan.
Kepala Desa Suarga Bara, Wahyuddin Usman, menekankan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur dapat mengubah desa menjadi “kota mini” dengan fasilitas modern, tetap menjaga keseimbangan alam dan budaya.
Selain jalan, fasilitas air bersih, jaringan listrik, dan sarana MCK terus ditingkatkan. Infrastruktur ini menjadi faktor penting bagi pelaku usaha dan pendidikan anak-anak, sehingga warga tidak perlu mengandalkan daerah lain untuk kebutuhan dasar.
Desa juga merencanakan fasilitas olahraga dan ruang publik untuk kegiatan masyarakat, menjadikan desa lebih hidup, sehat, dan produktif. Pembangunan infrastruktur bukan sekadar fisik, tetapi bagian dari strategi menciptakan lingkungan yang mendukung ekonomi kreatif dan kualitas hidup warga.
“Kami ingin warga merasakan manfaat nyata dari pembangunan. Infrastruktur bukan hanya jalan dan listrik, tapi juga peluang ekonomi dan kualitas hidup yang meningkat,” jelas Wahyuddin Usman.
Selain itu, pemerintah desa mendorong partisipasi warga dalam pemeliharaan fasilitas, agar pembangunan lebih berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan langkah ini, Desa Suarga Barah diharapkan menjadi contoh desa modern yang harmonis antara pembangunan, ekonomi kreatif, dan lingkungan.
Peningkatan infrastruktur di desa ini juga membuka peluang bagi wisata edukatif dan UMKM lokal, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari berbagai sektor. (Adv)
