
SANGATTAPOS.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperluas strategi pemasaran dengan menggandeng hotel dan agen perjalanan sebagai mitra promosi. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu cara menjaga promosi destinasi tetap berjalan di tengah penyesuaian anggaran.
Dinas Pariwisata Kutim, melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Khairunisanur, mengatakan hotel dan travel memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan wisatawan yang datang ke daerah.
“Kita punya mitra strategis, ada hotel, ada travel dan sebagainya. Nah, itu yang kita kumpulkan bagaimana kita berkolaborasi,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama dapat dilakukan dengan menitipkan berbagai materi promosi, seperti video dan flyer, kepada mitra. Materi tersebut kemudian dapat diperkenalkan kepada calon wisatawan yang membutuhkan informasi mengenai destinasi di Kutim.
“Kita bisa titipkan video-video atau flyer kepada mereka, sehingga ketika ada tamu atau calon wisatawan, informasi wisata kita juga bisa disampaikan,” katanya.
Dinas Pariwisata juga menyiapkan pemanfaatan barcode yang dapat ditempatkan di sejumlah hotel. Wisatawan yang melakukan pemindaian dapat diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai berbagai destinasi wisata yang ada di Kutim.
“Ketika orang scan itu akan muncul video-video tentang wisata kita, tentang pariwisata kita,” katanya.
Khairunisanur menjelaskan, pola tersebut membuat promosi ditempatkan di lokasi yang memang menjadi titik persinggahan wisatawan. Hotel dan agen perjalanan dapat menjadi penghubung antara informasi destinasi dengan orang yang sedang berada atau berencana melakukan perjalanan ke Kutim.
“Jadi kita manfaatkan tempat-tempat yang memang sudah didatangi wisatawan untuk menyampaikan informasi tentang destinasi kita,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi juga membuka peluang agar kegiatan promosi tidak sepenuhnya bergantung pada pembiayaan pemerintah daerah. Dengan memanfaatkan jaringan mitra yang sudah tersedia, informasi pariwisata dapat terus disebarluaskan melalui berbagai saluran.
Ia menilai efisiensi anggaran perlu diikuti dengan perubahan pola kerja dan inovasi dalam pemasaran. Pemerintah tetap dapat menjalankan promosi dengan mencari saluran yang lebih fleksibel dan melibatkan pihak lain.
Kerja sama dengan hotel, travel dan mitra strategis lainnya diharapkan semakin diperkuat sehingga jangkauan informasi mengenai destinasi wisata Kutim dapat terus diperluas. (Adv/Kominfo)
