
SANGATTAPOS.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong pengembangan sektor pariwisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian alam. Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi.
Dinas Pariwisata Kutim, melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Khairunisanur, mengatakan alam tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sumber keuntungan dalam pengembangan pariwisata.
“Artinya ekonomi kita sejahtera tetapi alam kita juga tidak hancur,” ujarnya.
Menurutnya, destinasi wisata pada dasarnya memiliki keterkaitan erat dengan kondisi alam dan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, pemanfaatan sumber daya perlu dilakukan secara bijak agar kegiatan pariwisata tidak menghilangkan potensi yang menjadi daya tarik utama suatu kawasan.
Ia menilai manfaat dari pengelolaan alam juga perlu dipikirkan dalam jangka panjang. Keindahan dan kekayaan lingkungan yang dinikmati saat ini diharapkan tetap dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.
“Dari alam kembali ke alam,” katanya.
Prinsip tersebut, lanjut Khairunisanur, perlu menjadi bagian dari cara masyarakat maupun wisatawan memandang aktivitas pariwisata. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati keindahan destinasi, tetapi juga perlu memiliki kesadaran untuk menjaga kawasan yang dikunjungi.
Karena itu, promosi pariwisata dinilai tidak cukup hanya menampilkan daya tarik sebuah destinasi. Pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan juga dapat disampaikan agar wisatawan memahami perilaku yang perlu diterapkan selama berada di kawasan wisata.
Khairunisanur mengatakan keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya dapat dilihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi. Kondisi alam yang tetap terjaga juga menjadi bagian penting dari keberlanjutan sebuah destinasi.
Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan pariwisata Kutim diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan. Manfaat ekonomi tetap dapat dirasakan masyarakat, sementara kekayaan alam dan budaya daerah tetap terpelihara untuk jangka panjang. (Adv/Kominfo)
