Sangattapos.com
Advertorial Berita Diskominfo

RIOAC Kutim Resmi Ditutup, Semangat Kemanusiaan Diharapkan Terus Berlanjut

SANGATTAPOS.COM – Rangkaian Red Cross Independent of Art Competition (RIOAC) di PMR Unit SMKN 1 Rantau Pulung resmi berakhir. Selama empat hari, kegiatan tersebut menjadi wadah pertemuan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Sabtu, (19/9/2026).

Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, mengatakan penutupan kegiatan menjadi momentum untuk membawa pulang berbagai pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti seluruh rangkaian RIOAC.

Menurutnya, pertemuan pelajar PMR dari sejumlah wilayah memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal, bertukar pengalaman dan membangun hubungan yang lebih erat antarsesama anggota.

“Selama berada di sini, mereka tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga berinteraksi dengan teman-teman dari wilayah lain. Dari pertemuan itu tentu ada pengalaman yang bisa dibawa kembali ke sekolah masing-masing,” kata Vita.

RIOAC diikuti siswa PMR Mula, Madya, dan Wira dari Kecamatan Rantau Pulung, Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Wahau, Bengalon, Telen, Kombeng, Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang dan Teluk Pandan.

Vita menilai pertemuan tersebut memiliki arti penting dalam menumbuhkan karakter dan jiwa kemanusiaan di kalangan pelajar. Menurutnya, kegiatan bersama juga melatih peserta untuk membangun kekompakan serta bekerja dalam sebuah tim.

“Anak-anak mendapatkan ruang untuk belajar bekerja sama, mengasah keterampilan dan memahami arti kebersamaan. Hal-hal seperti ini yang perlu terus ditanamkan sejak mereka masih berada di bangku sekolah,” ujarnya.

Ia berharap RIOAC dapat kembali dilaksanakan di Rantau Pulung. Selain memberikan pengalaman kepada peserta, kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan solidaritas sesama relawan muda di Kutim.

“Kalau memungkinkan, kegiatan ini bisa terus dilaksanakan di Rantau Pulung. Kami tentu menyambut baik kegiatan yang memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter dan jiwa kemanusiaan anak-anak,” tutur Vita.

Memasuki akhir kegiatan, Vita juga kembali mengingatkan peserta untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan. Kemarau yang terjadi saat ini membuat kewaspadaan terhadap potensi karhutla harus tetap dijaga.

Ia meminta tidak ada pembakaran sampah di sekitar lokasi maupun tenda yang dapat memunculkan asap. Peserta juga diingatkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta menghemat air karena debit air di Rantau Pulung sedang mengalami penurunan.

“Pesan ini bukan hanya untuk selama kegiatan berlangsung. Setelah kembali ke daerah masing-masing, kebiasaan menjaga kesehatan, lingkungan dan menggunakan air secara bijak juga tetap harus diterapkan,” pesannya.

Penutupan RIOAC menjadi akhir dari rangkaian kegiatan yang melibatkan PMR dari 11 kecamatan di Kutim. Pengalaman, keterampilan serta hubungan persaudaraan yang terbangun selama kegiatan diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian dari semangat kemanusiaan para relawan muda. (Adv/Kominfo)

Related posts

Perumdam TTB Kutim Siaga Hadapi El Nino Ekstrem, Optimalkan Pasokan Air Bersih

administrator

Polres Kutim Gelar Operasi Patuh Mahakam

administrator

Ketua PWI Kutim, Wardi Luncurkan Berbagai Program Menjelang HUT PWI Ke-7

administrator