
SANGATTAPOS.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mendorong edukasi sadar wisata dikenalkan kepada pelajar sejak tingkat sekolah dasar. Langkah ini diarahkan untuk menumbuhkan pemahaman mengenai pariwisata sekaligus mengenalkan potensi daerah kepada generasi muda sejak dini.
Dinas Pariwisata Kutim, melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Khairunisanur, mengatakan sekolah menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai sadar wisata, terutama bagi pelajar yang tinggal di sekitar destinasi.
“Kita mencoba masuk ke sekolah-sekolah terutama yang berada di lokasi sekitar destinasi wisata untuk mensosialisasikan terkait sadar wisata itu seperti apa,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi tersebut tidak hanya mengenalkan objek wisata, tetapi juga membentuk sikap masyarakat dalam menerima dan memberikan pelayanan kepada wisatawan. Pelajar dapat diperkenalkan dengan cara bersikap ramah, menjaga lingkungan dan memberikan informasi sederhana mengenai destinasi di daerahnya.
“Anak-anak itu diajarkan bagaimana bersikap ramah terhadap pengunjung, bagaimana mereka memberikan informasi,” katanya.
Khairunisanur menjelaskan, keterlibatan anak-anak dalam mendukung aktivitas pariwisata tetap perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing. Mereka tidak diarahkan menjadi pekerja wisata, tetapi diberikan pengetahuan dasar agar memiliki kesadaran terhadap potensi yang ada di lingkungan sekitar.
“Yang kita bangun itu kesadarannya dulu, supaya mereka tahu daerahnya punya potensi wisata dan bagaimana menyikapinya,” jelasnya.
Ia menilai sejumlah daerah di Indonesia telah menunjukkan bahwa masyarakat, termasuk generasi muda, dapat ikut memperkenalkan potensi wisata melalui pengetahuan sederhana yang mereka miliki.
Karena itu, edukasi sadar wisata di Kutim diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan sumber daya manusia pariwisata sejak dini. Pemahaman tersebut juga diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan dalam menjaga lingkungan, menghargai budaya dan memberikan pengalaman positif bagi pengunjung.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Dinas Pariwisata menyiapkan generasi yang mengenal potensi daerahnya sekaligus memahami bahwa pariwisata dapat berkembang melalui keterlibatan masyarakat. (Adv/Kominfo)
