
SANGATTAPOS.COM, MUARA WAHAU – Baru menjabat sebagai Kepala Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), sejak Februari 2026, Supiansyah Gazali, SP, langsung tancap gas menjalankan agenda pembangunan desa. Berbekal visi mewujudkan desa yang bermartabat, ia mulai mendorong pembenahan infrastruktur, pengembangan fasilitas olahraga dan ruang publik, hingga upaya menghidupkan kembali kegiatan seni dan budaya masyarakat.
Memasuki delapan bulan kepemimpinannya, sejumlah program mulai terlihat melalui pengerjaan berbagai fasilitas yang dibutuhkan warga. Bukan hanya mengejar penyelesaian bangunan, Supiansyah juga mengarahkan pembangunan untuk menciptakan pusat aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan potensi desa.
Bagi Supiansyah, pembangunan desa perlu berjalan di berbagai bidang agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Karena itu, lima misi yang dirumuskannya menjadi pedoman untuk menentukan arah kerja, mulai dari pembenahan infrastruktur hingga penguatan kemandirian desa.
Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian ialah pemulihan fasilitas desa yang terdampak kebakaran pada 2024. Kantor desa ditargetkan mulai difungsikan pada 1 November 2026, sedangkan pembangunan Balai Pertemuan Umum (BPU) ditargetkan selesai pada pertengahan November. Pengerjaan Posyandu, fasilitas PKK, dan kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga terus berjalan.

“Untuk kantor desa, tanggal 1 November tahun ini sudah kita fungsikan. Kalau BPU, pertengahan November selesai,” kata Supiansyah.
Di luar fasilitas pelayanan pemerintahan, misi menciptakan titik-titik keramaian mulai diwujudkan melalui pengembangan kawasan alun-alun. Pemerintah desa membangun panggung seni dan budaya serta videotron di kawasan RT 04. Videotron tersebut disiapkan sebagai sarana informasi sekaligus pendukung fasilitas umum agar kawasan itu semakin ramai dengan aktivitas warga.

Pengembangan sektor olahraga juga menjadi bagian dari programnya. Pemerintah desa melakukan rehabilitasi total gedung bulutangkis, sementara pemasangan kursi tribun portabel multifungsi di lapangan sedang berlangsung. Kursi beroda tersebut dapat dipindahkan sesuai kebutuhan untuk mendukung pertandingan sepak bola, bola voli, dan berbagai kegiatan lainnya.

“Tribun ini multifungsi, bisa digunakan untuk sepak bola, bola voli dan kegiatan lain. Karena ada roda di belakangnya, kursinya bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Upaya menghidupkan kegiatan masyarakat turut dilakukan melalui pertandingan sepak bola dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Muara Wahau. Kegiatan ini menjadi ruang bagi warga untuk berolahraga, menjalin kebersamaan, dan meramaikan aktivitas desa.
Selain pembangunan sarana dan prasarana, Supiansyah memasukkan penggalian Pendapatan Asli Desa (PADes) sebagai misi untuk memperkuat kemandirian pemerintahan desa. Potensi pendapatan akan digali melalui musyawarah desa dan Peraturan Desa (Perdes), sehingga pengembangannya dapat direncanakan sesuai kebutuhan dan potensi setempat.
Pelestarian adat-istiadat dan budaya Muara Wahau juga menjadi perhatian. Keberadaan panggung seni dan budaya diharapkan dapat menunjang kegiatan yang memberi ruang bagi masyarakat untuk menjaga tradisi lokal. Sementara itu, misi kelima diarahkan untuk mendorong Desa Persiapan Jabdan agar segera menjadi desa definitif sepenuhnya melalui tahapan sesuai ketentuan yang berlaku.
Lima misi tersebut mencerminkan arah pembangunan yang ingin dijalankan Supiansyah, yakni mempercepat infrastruktur, menggali potensi pendapatan desa, menciptakan pusat aktivitas masyarakat, melestarikan budaya, dan mendorong penataan wilayah administrasi desa.

Dengan sejumlah pekerjaan yang mulai berjalan, Supiansyah berupaya menjadikan delapan bulan pertama kepemimpinannya sebagai langkah awal mewujudkan Muara Wahau yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat. (So2)
