
SANGATTAPOS.COM – Potensi ekonomi kreatif Kabupaten Kutai Timur tidak hanya berkembang di pusat perkotaan. Data sementara Dinas Pariwisata menunjukkan pelaku ekonomi kreatif telah tersebar di 18 kecamatan, dengan subsektor kuliner menjadi salah satu bidang yang paling banyak ditemukan.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, mengatakan saat ini hampir 700 pelaku ekonomi kreatif telah tercatat dalam database melalui aplikasi Sistem Informasi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata (SIEKTA).
Menurutnya, keberadaan pelaku ekraf di berbagai kecamatan menunjukkan aktivitas ekonomi kreatif tumbuh di sejumlah wilayah dengan karakteristik yang beragam.
Dari pemetaan sementara tersebut, subsektor kuliner tercatat sebagai bidang yang paling dominan. Selain kuliner, terdapat pula pelaku pada subsektor musik, fashion dan bidang ekonomi kreatif lainnya.
“Yang paling banyak itu kuliner. Kemudian musik, fashion juga banyak,” ungkap Rifanie.
Sementara itu, jumlah pelaku pada subsektor kriya masih dinilai belum sepenuhnya menggambarkan potensi yang ada di masyarakat. Kondisi tersebut berkaitan dengan masih adanya pelaku yang belum aktif mengisi data pada sistem pendataan.
Menurut Rifanie, kelengkapan data diperlukan untuk melihat perkembangan masing-masing subsektor secara lebih jelas. Informasi tersebut juga dapat membantu pemerintah mengetahui bidang yang berkembang di setiap wilayah serta kebutuhan pengembangannya.
Pendataan yang mencakup 18 kecamatan sekaligus menjadi gambaran bahwa kegiatan ekonomi kreatif tidak hanya berada di kawasan perkotaan. Pelaku dari berbagai bidang juga tumbuh di wilayah kecamatan dengan potensi dan karakter masyarakat masing-masing.
Dinas Pariwisata terus mendorong pelaku yang belum terdata untuk melengkapi informasi melalui SIEKTA. Dengan database yang terus diperbarui, pemerintah dapat menyusun pembinaan, pelatihan dan promosi berdasarkan kondisi serta kebutuhan pelaku ekonomi kreatif di masing-masing wilayah. (Adv/Kominfo)
