
SANGATTAPOS.COM – Kekayaan pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tergambar dari banyaknya objek wisata yang tersebar di sejumlah kecamatan. Berdasarkan Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 556/K.284/2025 tentang Penetapan Objek Wisata dan Zona Kreatif, pemerintah daerah mencatat sebanyak 150 objek wisata dalam daftar resmi.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi, mengatakan potensi tersebut memiliki karakter yang beragam, mulai dari wisata alam, bahari, budaya, sejarah hingga religi.
“Ada gua, ada pantai, ada situs budaya,” kata Mahriadi.
Dari keseluruhan data tersebut, objek wisata alam dan bahari menjadi kategori dengan jumlah terbanyak, yakni 80 lokasi. Di dalamnya terdapat berbagai jenis destinasi seperti pantai, air terjun, mangrove, pulau, danau, sungai, mata air hingga kawasan hutan.
Sebaran destinasi tersebut membuat setiap wilayah memiliki karakter wisata yang berbeda. Kecamatan Sangatta Selatan, misalnya, memiliki sejumlah kawasan pesisir dan mangrove, seperti Pantai Teluk Lombok, Pantai Teluk Prancis, Pantai Teluk Kaba dan Pantai Teluk Singkama. Terdapat pula Agrowisata Kebun Kelulut.
Sementara itu, Kecamatan Sangkulirang memiliki sejumlah destinasi bahari, termasuk Pulau Miang dan Pantai Menggiri. Kecamatan Bengalon juga memiliki potensi wisata pesisir melalui Pantai Sekerat serta Spot Paralayang Sekerat.
Selain kategori alam dan bahari, pemerintah daerah juga mencatat 11 objek wisata budaya dan sejarah, 48 situs warisan budaya, empat objek wisata religi serta tujuh objek wisata buatan.
Menurut Mahriadi, banyaknya objek tersebut menunjukkan ruang pengembangan pariwisata Kutim cukup beragam. Setiap destinasi memiliki karakter dan potensi yang dapat dikembangkan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
“Objek wisata kita memang banyak,” ujarnya.
Sebaran destinasi dari kawasan pesisir hingga wilayah pedalaman menjadi bagian dari kekayaan pariwisata Kutim. Data tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak hanya bertumpu pada satu kawasan, tetapi mencakup berbagai wilayah dengan potensi yang berbeda. (Adv/Kominfo)
