
SANGATTAPOS.COM – Komitmen mempercepat penurunan stunting dan memperkuat pembangunan keluarga terus dimatangkan oleh (DPPKB Kutim). Hal itu terlihat dalam kunjungan kerja dan audiensi bersama (Kemendukbangga) Perwakilan Kalimantan Timur, Selasa (3/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Bangga Kencana tersebut bukan sekadar silaturahmi kelembagaan, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan dan program tahun 2026. Fokus utama pembahasan tertuju pada intervensi berbasis data terhadap keluarga berisiko stunting di Kutai Timur.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa langkah ke depan tidak lagi bersifat umum, tetapi harus terukur dan tepat sasaran. Menurutnya, sejumlah indikator program masih memerlukan perhatian serius, sehingga perlu inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Saat kita menemukan indikator yang masih rendah, di situlah energi dan program harus difokuskan. Tidak bisa lagi bekerja tanpa peta masalah yang jelas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan serah terima data Keluarga Berisiko Stunting (KRS), hibah alat kontrasepsi, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mendukung pelaksanaan program 2026. Data by name by address yang diterima akan menjadi dasar pemetaan intervensi hingga tingkat desa.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga Kaltim, dr. Nurizky Permanajati, mengapresiasi keseriusan Pemkab Kutim dalam membangun sinergi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya penguatan keluarga sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, bonus demografi hanya dapat dimanfaatkan jika keluarga mampu menciptakan generasi sehat, terdidik, dan produktif. “Pembangunan SDM dimulai dari keluarga. Jika keluarga kuat, maka daerah juga akan kuat,” tegasnya.
Usai pertemuan tersebut, DPPKB Kutim berencana melakukan konsolidasi internal dan lintas sektor di tingkat kabupaten. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat implementasi program yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*)
