Sangattapos.com
Berita

Peringati HPN, PWI Kutim Gelar Buka Puasa Bersama dan Tegaskan Pentingnya Kode Etik Jurnalistik

SANGATTAPOS.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi insan pers untuk mempererat silaturahmi sekaligus menegaskan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menjalankan profesi wartawan.

Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan itu dihadiri Kepala Diskominfo, Kodim 0909/KTM, Lanal, Polres, Perusahaan PT KPC, BIN Korwil Kutim, serta beberapa media.

Ketua PWI Kutim, Wardi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja digelar sebagai ajang mempererat hubungan antara wartawan dan para mitra kerja. Selain itu, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperingati Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari.

“Kami sengaja mengundang para mitra kerja dan rekan-rekan wartawan untuk hadir dalam kegiatan ini. Mohon maaf jika peringatan Hari Pers Nasional kali ini dilaksanakan sedikit terlambat karena padatnya kegiatan,” ujar Wardi.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan hubungan antara insan pers dengan berbagai pihak dapat semakin erat, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Wardi, wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, setiap wartawan harus menjadikan kode etik jurnalistik sebagai pedoman utama dalam menjalankan profesinya.

“Wartawan harus selalu menjadikan kode etik jurnalistik sebagai pedoman dalam bekerja, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur, Ronny Bonar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya etika dalam dunia jurnalistik.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak pernah menutup diri terhadap kritik yang disampaikan oleh media, selama kritik tersebut disampaikan secara objektif dan berdasarkan fakta.

“Kami dari pemerintah tidak pernah mempermasalahkan kritik. Kami tidak anti kritik. Justru kritik yang membangun sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang informasi dalam proses pembangunan daerah,” ujar Ronny.

Ia juga berharap hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dan insan pers di kutim dapat terus terjalin dengan baik, sehingga informasi pembangunan dapat tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.

Selain itu, Ronny juga mendorong para wartawan untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui berbagai pelatihan maupun Uji Kompetensi Wartawan (UKW), agar profesionalitas dalam dunia jurnalistik semakin terjaga.

“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia sangat penting. Kami berharap wartawan di Kutai Timur terus meningkatkan kompetensinya sehingga memiliki legalitas yang jelas dan profesional,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga berupaya melakukan penataan dalam pengelolaan media melalui penyusunan regulasi yang lebih terstruktur, agar lebih sesuai dengan perkembangan dunia pers.

“Kami juga berusaha semaksimal mungkin membuat aturan dalam pengelolaan media melalui regulasi yang berjenjang. Ke depan akan kami kaji kembali apa saja yang perlu dievaluasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ronny juga mengingatkan agar setiap pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat harus melalui proses konfirmasi yang jelas agar tidak menimbulkan opini yang tidak sesuai dengan fakta.

“Dalam memberitakan sesuatu, kami berharap semuanya sudah terkonfirmasi dengan baik. Jangan sampai ada opini yang berkembang di masyarakat yang tidak sesuai dengan fakta dan kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) turut menyampaikan apresiasi kepada para wartawan yang selama ini telah berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, posisi wartawan sangat strategis karena menjadi penghubung antara berbagai pihak dengan masyarakat luas.

“Wartawan memiliki posisi yang sangat strategis. Kebenaran harus disampaikan melalui pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga berharap insan pers terus menyajikan informasi yang membangun serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

“Dalam momentum Hari Pers Nasional ini, kami mengucapkan selamat kepada seluruh insan pers. Semoga pers terus menyajikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Acara di tutup dengan sesi serah terima bingkisan dari pihak PT KPC dengan perwakilan media, serta foto bersama.  (*)

Related posts

Persaingan Teknologi, Angkutan Umum Konvensional Kutim Harus Beradaptasi

administrator

Ketua DPRD Kutim Tolak Pemangkasan TKD Triliunan, Sebut Bisa Hambat Pembangunan

administrator

Ekonomi Kreatif Kutai Timur: Tulang Punggung Baru Penciptaan Lapangan Kerja di Sektor Pariwisata

administrator