
Komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program Safe School yang berfokus pada pembinaan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Dalam program ini, sebanyak 117 guru dan 611 siswa dari 38 sekolah binaan mendapatkan pelatihan intensif yang menitikberatkan pada budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH).
Program ini menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap aspek keselamatan dan lingkungan.
Para guru yang dilatih diharapkan mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, sekaligus mentransfer nilai-nilai K3LH kepada para siswa secara berkelanjutan.
Pelatihan yang diberikan kepada siswa dirancang interaktif dan aplikatif. Mereka tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung terkait penerapan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Hal ini menjadi penting untuk membangun kebiasaan positif sejak usia dini.
Agung Dwi selaku CSR Dept Head yang mewakili PAMA menyampaikan bahwa pembinaan guru dan siswa merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi emas. Menurutnya, perubahan besar dalam budaya keselamatan harus dimulai dari dunia pendidikan sebagai fondasi utama pembentukan karakter.”Hal ini terus kami galakkan,” katanya.
Selain pelatihan, PAMA juga memperkuat dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana penunjang di sekolah binaan. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung penerapan prinsip Safe School secara menyeluruh.
Sebanyak 38 sekolah binaan yang terlibat dalam program ini menjadi bukti nyata keseriusan PAMA dalam mendukung dunia pendidikan. Jangkauan yang luas ini memungkinkan dampak program dirasakan oleh lebih banyak siswa dan tenaga pendidik di berbagai wilayah.
Program Safe School juga terintegrasi dengan berbagai inisiatif lain seperti penguatan pendidikan vokasi melalui konsep link and match, program Adiwiyata, serta pengembangan karakter melalui kegiatan wawasan kebangsaan dan kampanye anti narkoba. Hal ini menjadikan program lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Secara khusus, implementasi program ini telah berjalan di sejumlah sekolah seperti SMK Negeri 1 Sangatta Utara, SMKN 2 Sangatta Utara, SMK Muhammadiyah 1 Sangatta Utara, dan SMKN Bengalon. Sekolah-sekolah ini menjadi contoh dalam penerapan budaya K3LH yang terstruktur dan konsisten.
Masyarakat pun memberikan tanggapan positif terhadap program ini. Para orang tua siswa menilai bahwa pembinaan terhadap guru dan siswa secara langsung memberikan dampak nyata, terutama dalam perubahan perilaku anak-anak yang lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan.”Program yang luar biasa,” kata Yakub.
Ke depan, masyarakat berharap program seperti ini dapat terus diperluas dan berkelanjutan. Dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan peserta, pembinaan terhadap 117 guru dan 611 siswa ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kuat dan kesadaran tinggi terhadap keselamatan serta lingkungan.(*)
