
SANGATTAPOS — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan pemerataan layanan darurat di seluruh wilayah. Dari total 18 kecamatan, saat ini sudah sembilan yang memiliki pos pemadam kebakaran dan penyelamatan lengkap dengan unit dan petugas tetap, antara lain di Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Wahau, Kombeng, Batu Ampar, Sangkulirang, dan Bengalon.
Kepala Damkarmat Kutim melalui Plt Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) Sudarto menjelaskan, pada tahun 2025 pihaknya telah merancang program strategis untuk menambah dua pos baru di Kecamatan Telen dan Batu Ampar. Pembangunan fisik kedua pos tersebut direncanakan terlaksana pada 2026, dengan tujuan mempercepat respon saat terjadi kebakaran dan bencana lainnya.
“Kami tetap siaga 24 jam, tetapi jarak antarkecamatan memang menjadi tantangan. Penambahan pos baru akan sangat membantu mempercepat respon ketika terjadi kebakaran,” ujarnya.
Selain menambah jumlah pos, Damkarmat Kutim juga fokus memperkuat koordinasi antarpos agar penanganan kebakaran lebih efisien. Petugas dibekali dengan prosedur standar dan pelatihan rutin untuk memastikan kesiapsiagaan setiap saat. Upaya ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun masyarakat yang mengapresiasi kerja keras petugas di lapangan.
Sudarto menegaskan, pemerataan layanan bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan.
“Kalau semua kecamatan memiliki pos aktif, masyarakat akan merasa lebih aman dan terlindungi. Layanan darurat adalah bagian dari hak keselamatan warga,” tutupnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Damkarmat Kutim berharap dapat menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih responsif, efektif, dan merata di seluruh wilayah Kutai Timur, sehingga risiko kebakaran dan kerugian akibat bencana dapat diminimalkan. (Adv)
