
SANGATTAPOS.COM – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menghadiri Grand Final Duta Pelajar Kutai Timur 2026 yang digelar Kutim Action Center (KAC) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (26/9/2026) malam.
Kehadiran Ardiansyah menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terhadap kegiatan kepemudaan yang memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, keberanian dan karakter.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menyampaikan rasa bangga kepada seluruh finalis yang berhasil melewati rangkaian seleksi hingga mencapai Grand Final. Ia meminta para peserta menunjukkan kemampuan terbaik dan menjadikan proses tersebut sebagai pengalaman berharga.
“Saya menyampaikan rasa bangga kepada seluruh anak-anak yang telah berhasil sampai pada tahap Grand Final. Dari seluruh peserta yang mengikuti proses seleksi, malam ini kalian mendapatkan kesempatan untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik,” kata Ardiansyah.
Ia memberikan motivasi kepada seluruh finalis dengan menegaskan bahwa setiap peserta telah menjadi juara karena mampu melewati proses perjuangan hingga sampai pada tahapan tersebut.
“Saya ingin menyampaikan satu hal, kalian semua adalah juara. Karena sejak awal kehidupan kita sudah melalui sebuah proses perjuangan. Tinggal bagaimana kita mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.
Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada KAC yang telah menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Duta Pelajar memiliki peran dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Ketua KAC, Aiman Situmorang, mengatakan pelaksanaan Duta Pelajar menjadi bagian dari komitmen organisasinya dalam membina generasi muda Kutim. Selama masa karantina, para finalis mendapatkan pembekalan public speaking, personal branding hingga mental juara.
“Selama masa karantina para finalis telah mendapatkan berbagai pembekalan mulai dari public speaking, personal branding hingga mental juara,” kata Aiman.
Para finalis juga diajak mengunjungi perpustakaan dan galeri arkeologi sebagai bagian dari upaya menumbuhkan semangat literasi serta mengenalkan sejarah Kutai Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengapresiasi KAC yang dinilai konsisten memberikan ruang dan pembinaan bagi generasi muda.
“Kegiatan Duta Pelajar ini merupakan bentuk sinergi pemerintah bersama organisasi kepemudaan untuk memberikan ruang kepada para pelajar agar berani tampil, berprestasi dan mengambil peran dalam pembangunan daerah,” ujar Basuki.
Grand Final tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kutim Jimmi, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah, para kepala sekolah tingkat SMA se-Kutim, dewan juri serta sekitar 250 pelajar.
Menutup sambutannya, Ardiansyah meminta seluruh finalis menjunjung sportivitas dan menjadikan ajang tersebut sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
“Berikan yang terbaik, junjung sportivitas dan jadilah kebanggaan bagi orang tua, sekolah dan Kabupaten Kutai Timur,” pungkasnya. (Adv/Kominfo)
