
SANGATTAPOS.COM – Perkembangan pembangunan dan investasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diproyeksikan membuka semakin banyak peluang bagi generasi muda. Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang meminta pelajar mempersiapkan kompetensi sejak dini.
Menurut Ardiansyah, peluang yang muncul seiring perkembangan daerah perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia. Pelajar tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga perlu mengembangkan keterampilan, karakter dan semangat untuk terus belajar.
“Seiring dengan perkembangan pembangunan dan investasi di Kutai Timur akan semakin banyak peluang yang terbuka bagi generasi muda. Karena itu persiapkan diri dengan pendidikan, keterampilan, karakter dan semangat untuk terus belajar,” kata Ardiansyah saat menghadiri Grand Final Duta Pelajar Kutai Timur 2026 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (26/9/2026).
Ia menilai generasi muda perlu mulai melihat perkembangan pembangunan sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas diri. Dengan bekal pendidikan dan keterampilan yang memadai, pelajar diharapkan dapat mengambil peran dalam berbagai peluang yang berkembang di Kutim.
Selain kesiapan kompetensi, Ardiansyah menyoroti pentingnya penggunaan teknologi secara positif. Menurutnya, perkembangan era digital memberikan banyak ruang bagi pelajar untuk belajar, berkarya dan mengembangkan kemampuan.
“Di era digital saya berharap anak-anak kita mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif, bukan terjerumus pada berbagai penyimpangan,” ujarnya.
Ardiansyah juga mendorong pelajar menjadi generasi yang percaya diri dan memiliki karakter. Menurutnya, kemampuan tersebut diperlukan agar generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi daerah.
“Jadilah generasi yang percaya diri, berkarakter dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” katanya.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian Grand Final Duta Pelajar Kutai Timur 2026 yang digagas Kutim Action Center (KAC). Ardiansyah mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi sekaligus membentuk karakter.
Ia pun meminta para finalis menjadikan proses yang telah dilalui sebagai pengalaman untuk terus berkembang, terlepas dari hasil akhir kompetisi.
“Berikan yang terbaik, junjung sportivitas dan jadilah kebanggaan bagi orang tua, sekolah dan Kabupaten Kutai Timur,” pungkasnya. (Adv/Kominfo)
