Sangattapos.com
Advertorial Berita Diskominfo

Dispar Kutim Dorong Pelaku Ekraf Naik Kelas Lewat Pelatihan

SANGATTAPOS.COM – Peningkatan kemampuan menjadi salah satu strategi Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur dalam mengembangkan pelaku ekonomi kreatif. Sejumlah pelatihan dan bimbingan teknis diberikan sesuai bidang yang dianggap dibutuhkan.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, mengatakan materi pelatihan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga kemampuan mempromosikan karya.

Beberapa pelatihan yang pernah dilakukan antara lain digital branding, video, fotografi, film hingga pembuatan produk kreatif.

“Kita pernah lakukan pelatihan digital branding, video, fotografi, film dan juga pembuatan produk,” jelas Rifanie.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat pelaku tidak cukup hanya memiliki produk atau keterampilan. Mereka juga perlu mengetahui cara memperkenalkan dan memasarkan hasil kreativitas.

Karena itu, materi pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan yang dapat digunakan pelaku dalam aktivitas usaha maupun berkarya. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan pasar dan perkembangan tren industri kreatif.

“Kita ingin pelaku bukan hanya bisa menghasilkan karya, tetapi juga tahu bagaimana karya tersebut diperkenalkan dan memiliki nilai jual,” ujarnya.

Namun, pelaksanaan pembinaan masih menghadapi kendala biaya. Pelatihan yang dilakukan di kecamatan membutuhkan dukungan transportasi, akomodasi dan tempat kegiatan, terutama ketika peserta berasal dari wilayah yang berjauhan.

Rifanie menyebut kondisi geografis Kutim membuat pola pembinaan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Pelaksanaan kegiatan juga perlu mempertimbangkan jumlah peserta serta bidang ekonomi kreatif yang menjadi sasaran pembinaan.

Meski demikian, Dinas Pariwisata tetap berupaya memanfaatkan kegiatan yang tersedia untuk meningkatkan kapasitas pelaku.

Menurutnya, pemetaan kebutuhan menjadi bagian penting agar program pembinaan tidak dilakukan secara umum, melainkan dapat menyesuaikan persoalan dan kemampuan masing-masing subsektor ekonomi kreatif.

“Dengan data yang ada, kita bisa melihat siapa pelakunya dan pelatihan apa yang memang mereka perlukan,” katanya.

Data SIEKTA juga menjadi penting agar pelatihan berikutnya dapat diberikan kepada pelaku yang sesuai dengan kebutuhan dan subsektornya. (Adv/Kominfo)

Related posts

Kesbangpol Kutim Petakan Potensi Konflik Lewat Peta Kerawanan

administrator

Offisial_Jimmi01 dan SMSI Kutai Timur Gelar Lomba Opini Pembangunan Kutai Timur, Wabup Beri Apresiasi

administrator

Masdari Kidang Reses Di Desa Suka Damai, Kades Curhat Banyaknay Usulan Desa Yang Tidak Terserap.

administrator