Sangattapos.com
Advertorial Berita Diskominfo

Keterbatasan Anggaran Jadi Kendala Dispar Kutim Beri Modal dan Peralatan Ekraf

SANGATTAPOS.COM – Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi keterbatasan dukungan anggaran, terutama untuk pemenuhan modal dan peralatan yang dibutuhkan pelaku.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, mengatakan pemerintah sejauh ini lebih banyak memberikan ruang promosi serta peningkatan kapasitas melalui kegiatan dan pelatihan.

“Yang belum bisa kita berikan itu modal dan peralatan,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan pelaku ekonomi kreatif cukup beragam. Fotografer dan videografer misalnya membutuhkan peralatan seperti drone, sementara pelaku kriya membutuhkan peralatan produksi. Pelaku seni juga membutuhkan kostum maupun alat musik.

Kebutuhan tersebut cukup besar apabila harus dipenuhi seluruhnya melalui anggaran pemerintah daerah. Karena itu, Dinas Pariwisata berupaya memasukkan berbagai kebutuhan tersebut dalam perencanaan anggaran berikutnya.

Rifanie menjelaskan keterbatasan anggaran juga berpengaruh terhadap pelaksanaan pelatihan di wilayah kecamatan. Membawa pelaku dari wilayah yang jauh membutuhkan biaya transportasi, akomodasi dan tempat kegiatan yang tidak sedikit.

“Kalau pelatihannya dilaksanakan di kecamatan yang jauh, tentu kebutuhan biayanya juga bertambah. Itu yang menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.

Meski demikian, pembinaan tetap dilakukan melalui kegiatan yang dapat dilaksanakan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Pelaku juga dilibatkan dalam berbagai event agar memiliki kesempatan memasarkan produk maupun menunjukkan keterampilan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pelaku untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat dan membangun jaringan dengan pelaku usaha lainnya.

“Yang bisa kita lakukan saat ini tetap memberikan ruang promosi dan peningkatan kapasitas. Harapannya pelaku bisa terus berkembang dari kesempatan yang ada,” katanya.

Menurutnya, penguatan anggaran ke depan diperlukan agar pembinaan tidak berhenti pada kegiatan promosi, tetapi dapat berlanjut pada peningkatan kapasitas produksi dan pemenuhan kebutuhan peralatan. (Adv/Kominfo)

Related posts

Dispar Kutim Fasilitasi Pelaku Ekraf Urus HKI

administrator

Menyusun Raperda, Pandi Widiarto Dorong Kemajuan Olahraga Mulai Dari Tingkat Desa Hingga Nasional

administrator

Festival Pesona Budaya 2025, Ardiansyah Perkenalkan Budaya Tarsul Klasik Kutai

administrator