
SANGATTAPOS.COM – Rencana memperluas pelayanan pemadam kebakaran di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi kendala ketersediaan personel.
Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kutim, Wahyudi Nor, mengatakan penambahan pos harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan kendaraan dan peralatan pemadam.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan karena pemerintah saat ini tidak membuka rekrutmen tenaga honorer baru.
“Tidak boleh lagi ada honorer baru,” kata Wahyudi.
Karena itu, pihaknya mempertimbangkan formulasi lain untuk memenuhi kebutuhan tenaga. Salah satunya dengan melihat skema tenaga kontrak non-ASN maupun pola yang diterapkan daerah lain.
Wahyudi mengatakan studi komparasi diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran mengenai mekanisme pemenuhan personel yang sesuai dengan ketentuan.
“Makanya kita akan melakukan studi komparasi ke daerah lain,” ujarnya.
Kebutuhan tenaga tidak hanya muncul ketika pos baru dibangun. Pos yang telah beroperasi juga membutuhkan personel yang cukup agar pelayanan dapat berjalan optimal.
“Pos yang sudah ada saja kita masih harus memperhatikan kebutuhan personelnya. Apalagi kalau nanti ada penambahan pos baru,” jelas Wahyudi.
Menurut Wahyudi, keberadaan kendaraan pemadam tanpa dukungan petugas yang memadai tidak akan memberikan hasil maksimal. Personel juga perlu memiliki kemampuan dalam mengoperasikan kendaraan, menggunakan peralatan serta menjalankan prosedur pemadaman dan penyelamatan.
“Kalau sarana ada tetapi orang yang mengoperasikan tidak cukup, tentu pelayanan di lapangan juga tidak bisa maksimal,” katanya.
Karena itu, pengembangan jaringan pelayanan Damkarmat harus dilakukan secara beriringan antara penambahan pos, kendaraan, perlengkapan dan sumber daya manusia.
Wahyudi menilai pemenuhan personel perlu direncanakan secara bertahap agar penambahan sarana yang dilakukan pemerintah benar-benar dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Upaya mencari formulasi pemenuhan personel menjadi bagian dari persiapan Damkarmat menghadapi kebutuhan pelayanan kebakaran dan penyelamatan di wilayah Kutim yang luas. (Adv/Kominfo)
