
SANGATTAPOS.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong agar pemasaran pariwisata tidak berhenti pada banyaknya konten yang diproduksi dan dipublikasikan. Setiap kegiatan promosi diharapkan memiliki tindak lanjut yang dapat memberikan dampak terhadap perkembangan destinasi maupun ekonomi masyarakat.
Dinas Pariwisata Kutim, melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Khairunisanur, mengatakan promosi seharusnya diarahkan pada tujuan yang lebih konkret setelah informasi mengenai potensi wisata disebarluaskan kepada masyarakat dan calon wisatawan.
“Harapan saya promosi itu tidak hanya dalam kegiatan-kegiatan yang tidak ada tindak lanjut,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu tindak lanjut yang diharapkan adalah munculnya ketertarikan investor untuk melihat dan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Kutim. Selain itu, promosi juga diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin mampu memperkenalkan destinasi maupun produk lokal di wilayahnya.
Dinas Pariwisata, kata dia, juga ingin kemampuan promosi secara bertahap tidak hanya berada di lingkungan pemerintah. Masyarakat di sekitar destinasi diharapkan dapat mengambil peran dalam mengenalkan potensi daerah secara mandiri.
“Tidak tergantung hanya dengan Dinas Pariwisata khususnya bidang pemasaran, tetapi mereka akan secara mandiri mampu mempromosikan,” katanya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah memberikan pembekalan kepada masyarakat melalui berbagai pelatihan, termasuk pembuatan iklan dan konten digital. Kemampuan tersebut dinilai dapat menjadi modal bagi masyarakat untuk memasarkan potensi yang mereka miliki.
Khairunisanur menjelaskan, masyarakat memiliki posisi penting karena mereka berada paling dekat dengan destinasi dan mengetahui karakter serta potensi yang ada di wilayah masing-masing.
Dengan pola tersebut, promosi pariwisata diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah berperan memberikan dukungan dan membuka ruang promosi, sementara masyarakat semakin aktif memperkenalkan destinasi dan produk lokal.
Strategi tersebut diharapkan membuat kegiatan pemasaran tidak sekadar menghasilkan konten, tetapi turut membuka peluang investasi, memperluas jangkauan informasi wisata dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar destinasi. (Adv/Kominfo)
