
SANGATTAPOS — Desa Suarga Bara kini menunjukkan perkembangan pesat di sektor UMKM. Produk unggulan desa, seperti amplang, kue, dan batik, berhasil menembus pasar modern berkat program pelatihan dan pendampingan yang difasilitasi pemerintah desa dan perusahaan lokal.
Kades Wahyuddin Usman menyebutkan, dana desa dialokasikan sebagian untuk pelatihan pengolahan makanan dan batik, sementara sisanya digunakan untuk infrastruktur. Selain itu, pemerintah desa juga mulai memperkenalkan penggunaan peralatan produksi modern agar kualitas produk semakin konsisten dan memenuhi standar pasar retail.
Pendampingan UMKM meliputi manajemen usaha, kemasan, pemasaran online, hingga strategi penjualan di media sosial. Beberapa pelaku usaha kini memasarkan produknya secara daring, menjangkau pembeli di luar Kutai Timur.
“Kami ingin pelaku UMKM memiliki kemampuan bersaing, bukan hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional,” tambah Wahyuddin.
Di sektor batik, terdapat tiga pengusaha utama yang memiliki ciri khas masing-masing, termasuk warisan Juwita. Eksistensi batik ini bukan hanya menjaga budaya, tetapi juga menjadi sumber ekonomi penting. Pemerintah desa juga merencanakan kerja sama baru dengan marketplace nasional untuk memperluas jangkauan pemasaran batik lokal.
Selain batik, produk amplang dan kue olahan warga juga mengalami peningkatan signifikan, bahkan menjangkau pasar modern yang sebelumnya sulit ditembus. Peningkatan kualitas kemasan turut berperan dalam menambah daya saing produk-produk UMKM desa.
“Pelatihan ini lebih dari sekadar ekonomi. Ini mengubah mindset warga agar berani berwirausaha, tidak hanya bekerja di perusahaan,” kata kepala desa.
Langkah ini membuka peluang kerja baru, meningkatkan ekonomi lokal, dan memperkuat identitas budaya. Desa Suarga Bara kini bukan lagi desa tradisional semata, tetapi pusat inovasi ekonomi kreatif yang mampu bersaing dengan produk-produk dari daerah lain.
Dengan dukungan perusahaan dan masyarakat, UMKM desa ini diharapkan terus berkembang, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengangkat potensi lokal menjadi sumber kesejahteraan. (Adv)
