
SANGATTAPOS — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur menegaskan kembali komitmennya untuk memberdayakan perempuan kepala keluarga melalui program pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha. Program ini ditargetkan akan terus dijalankan hingga tahun depan setelah beberapa kegiatan sebelumnya tertunda.
Kepala DP3A Kutim Idham Cholik menjelaskan, keterlambatan pelaksanaan disebabkan oleh keterbatasan anggaran dan penyesuaian jadwal kegiatan lintas instansi.
“Kami sudah menyiapkan konsepnya, namun realisasinya sempat tertunda karena beberapa faktor teknis,” ujarnya.
Program pemberdayaan ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, khususnya mereka yang menjadi tulang punggung keluarga. DP3A menekankan pentingnya memberikan keterampilan yang dapat menopang ekonomi keluarga secara berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, DP3A akan melibatkan dinas terkait, lembaga pelatihan, dan organisasi perempuan, sehingga program dapat berjalan efektif dan berdampak nyata.
“Harapannya, perempuan kepala keluarga bisa membentuk kelompok usaha yang tangguh di tingkat desa dan turut memperkuat kesejahteraan keluarga,” tambahnya.
Selain pelatihan keterampilan, program ini juga menekankan akses permodalan dan pemasaran bagi produk usaha perempuan. DP3A berencana memfasilitasi kerjasama dengan UMKM lokal, koperasi, dan pasar modern agar produk-produk lokal lebih mudah diterima pasar.
Pendampingan usaha tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga manajemen keuangan, branding, dan digital marketing. Dengan pendekatan menyeluruh, DP3A berharap peserta dapat mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
DP3A juga akan mengadakan forum berbagi pengalaman antar perempuan kepala keluarga yang telah sukses, sehingga dapat menjadi motivasi sekaligus sumber pembelajaran bagi peserta baru.
“Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri perempuan dalam mengambil keputusan ekonomi,” pungkas Idham.
Melalui inisiatif ini, Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk menjadikan perempuan kepala keluarga sebagai penggerak ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. (Adv)
