Sangattapos.com
Advertorial Berita Diskominfo

Capaian Sanitasi Aman Kutim Baru 5 Persen, Cipta Karya Kejar Target

SANGATTAPOS.COM – Capaian layanan sanitasi aman di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih berada di kisaran 5 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Bidang Cipta Karya dalam upaya meningkatkan pelayanan dasar masyarakat.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kutim, Leli, mengatakan layanan air limbah aman merupakan salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang perlu terus ditingkatkan.

“Kalau di air limbah, capaian air limbah aman kita sampai saat ini masih lima persen,” ujarnya.

Menurut Leli, angka tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan sanitasi di Kutim. Upaya peningkatan tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dukungan sistem pengelolaan air limbah di tingkat rumah tangga.

Ia menyebut, dalam pembahasan kelompok kerja terkait Sustainable Development Goals (SDGs), terdapat target peningkatan capaian sanitasi hingga 30 persen pada 2030.

“Secara nasional di 2030 itu targetnya 30 persen. Sementara kita saat ini masih lima persen. Ini memang harus digenjot,” katanya.

Untuk mengejar peningkatan tersebut, kondisi sanitasi di masing-masing rumah menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan. Sistem pengelolaan air limbah domestik harus memenuhi standar, mulai dari fasilitas toilet, septic tank hingga sistem pembuangannya.

“Mulai dari WC, septic tank dan sistem pembuangannya juga harus masuk kategori layak. Itu akan mendukung peningkatan capaian sanitasi,” jelasnya.

Selain pembangunan dan perbaikan infrastruktur, penyedotan lumpur tinja secara berkala juga menjadi bagian dari pengelolaan sanitasi yang aman. Layanan tersebut diperlukan agar septic tank tetap berfungsi dan lumpur tinja dapat dikelola melalui fasilitas pengolahan yang tersedia.

PUPR melalui Bidang Cipta Karya terus mendorong penguatan infrastruktur air limbah sekaligus pengembangan layanan penyedotan lumpur tinja. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan daerah.

Dengan penguatan infrastruktur serta dukungan masyarakat dalam menerapkan sanitasi sesuai standar, capaian layanan air limbah aman di Kutim diharapkan dapat terus meningkat dan mendukung target pelayanan sanitasi pada 2030. (Adv/Kominfo)

Related posts

Pemkab Kutim dan LAN RI Perbarui MoU Penguatan Kapasitas ASN untuk Dorong Inovasi dan Penanganan Kemiskinan

administrator

DPPKB Kutim Perkuat Peran PIK-R sebagai Wadah Edukasi Remaja

administrator

Dispar Kutim Perkuat Promosi Lewat Kerjasama Hotel dan Travel

administrator