
SANGATTAPOS.COM – Kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026 berdampak terhadap sejumlah program Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Beberapa agenda yang sebelumnya direncanakan, terutama festival dan kegiatan promosi, harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Mahriadi, mengatakan efisiensi membuat ruang pelaksanaan berbagai kegiatan pariwisata menjadi lebih terbatas.
“Iya dong. Festival-festival. Promosi pariwisata,” kata Mahriadi saat menjelaskan program yang terdampak efisiensi.
Menurutnya, kondisi anggaran tahun ini membuat tidak semua agenda yang telah disusun sebelumnya dapat dilaksanakan. Penyesuaian dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi yang berlangsung sepanjang tahun.
“Karena setahun ini lagi efisiensi,” ujarnya.
Mahriadi menjelaskan, festival menjadi salah satu kegiatan yang terkena dampak karena pelaksanaannya membutuhkan dukungan anggaran untuk berbagai kebutuhan. Begitu pula kegiatan promosi yang selama ini menjadi sarana memperkenalkan destinasi dan potensi wisata Kutim.
“Banyak kegiatan yang enggak bisa dijalankan,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat Dinas Pariwisata perlu memilah kembali kegiatan yang dapat dilaksanakan dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Program yang membutuhkan dukungan anggaran lebih besar harus diperhitungkan kembali agar tidak melebihi kapasitas yang tersedia.
Di sisi lain, promosi tetap menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata kepada masyarakat. Penyesuaian kegiatan mendorong perangkat daerah untuk melihat bentuk promosi yang dapat dilakukan dengan sumber daya yang tersedia.
Mahriadi mengatakan pihaknya tetap melakukan pembahasan terhadap program pariwisata agar pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi anggaran.
“Ya kita sesuaikan saja dengan kemampuan anggaran yang ada,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, efisiensi menjadi tantangan bagi Dinas Pariwisata dalam menjaga keberlangsungan agenda festival dan promosi. Pemerintah daerah tetap melakukan penyesuaian program agar pengembangan sektor pariwisata dapat berjalan sesuai kapasitas anggaran yang tersedia. (Adv/Kominfo)
