
SANGATTAPOS — Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutai Timur, Noviarinor, menegaskan bahwa pelatihan jasa konstruksi yang digelar oleh Dinas PUPR Kutai Timur memiliki peran strategis dalam mendorong empat pilar pembangunan yang tertuang dalam 50 program unggulan Pemkab Kutim. Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya menyelaraskan peningkatan kualitas SDM dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Noviarinor menjelaskan bahwa empat pilar tersebut mencakup pemerataan pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, peningkatan layanan publik, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menilai seluruh pilar tersebut saling berkaitan dan membutuhkan dukungan teknis, salah satunya melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi konstruksi.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi besar Pemkab Kutim. Pertama, pemerataan pembangunan infrastruktur dari pesisir hingga pedalaman. Kedua, penguatan SDM lokal melalui pelatihan dan sertifikasi. Ketiga, peningkatan kualitas layanan publik, dan keempat, pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah konkret untuk mempercepat pemerataan pembangunan yang adil dan merata di seluruh wilayah Kutim. Dengan adanya peningkatan kompetensi pelaku jasa konstruksi, kualitas pembangunan fisik di daerah diharapkan semakin meningkat.
Menurut Noviarinor, kegiatan seperti ini tak hanya mendukung kebijakan daerah, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antar pihak, mulai dari pemerintah, tenaga ahli, hingga pelaku jasa konstruksi.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita yakin Kutim akan semakin maju, modern, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya optimistis. (Adv)
