
SANGATTAPOS.COM – Efisiensi anggaran mendorong Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyesuaikan strategi pemasaran pariwisata. Promosi kini lebih banyak diarahkan melalui kanal digital yang dinilai dapat menjangkau masyarakat secara luas dengan dukungan anggaran yang lebih efisien.
Dinas Pariwisata Kutim, melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Khairunisanur, mengatakan keterbatasan anggaran membuat pihaknya perlu memilih pola promosi yang tetap efektif namun dapat disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.
“Karena ada keterbatasan dengan adanya efisiensi anggaran, jadi untuk promosi itu lebih banyak kita fokuskan di online,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai informasi mengenai destinasi wisata, fasilitas hingga daya tarik kawasan dikemas dalam bentuk pemberitaan maupun konten digital. Materi tersebut kemudian disebarluaskan melalui Instagram dan website Dinas Pariwisata Kutim.
“Jadi kita memanfaatkan media yang ada, terutama media online dan media sosial untuk tetap mengenalkan destinasi kita,” katanya.
Selain kanal digital, Dinas Pariwisata juga memanfaatkan media promosi berupa leaflet. Materi tersebut dikerjasamakan dengan organisasi perangkat daerah terkait, pemerintah provinsi maupun sejumlah bandara sebagai bagian dari upaya memperluas pengenalan destinasi Kutim.
Pola promosi tersebut menjadi pilihan agar pemasaran pariwisata tetap berjalan meskipun sejumlah kegiatan yang membutuhkan anggaran besar harus disesuaikan. Pemanfaatan teknologi dinilai memberikan alternatif untuk menjangkau calon wisatawan tanpa selalu mengandalkan kegiatan promosi secara langsung.
Khairunisanur mengatakan kondisi efisiensi juga mendorong pihaknya mencari bentuk promosi yang lebih kreatif. Peluang kerja sama dan pemanfaatan berbagai kanal komunikasi menjadi bagian dari strategi tersebut.
“Jadi kita tinggal menginovasi, cari inovasi di mana kira-kira ada peluang yang bisa kita dapat dengan adanya efisiensi,” katanya.
Menurutnya, promosi melalui kanal digital juga memungkinkan informasi destinasi disampaikan secara berkelanjutan. Konten dapat diperbarui sesuai potensi maupun kegiatan wisata yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat.
Dengan pola tersebut, Dinas Pariwisata berharap promosi destinasi Kutim tetap berjalan di tengah penyesuaian anggaran, sekaligus mampu memperluas jangkauan informasi kepada calon wisatawan. (Adv/Kominfo)
