
SANGATTAPOS.COM – Masyarakat Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobricks sebagai salah satu upaya mengurangi dampak sampah di kawasan wisata. Inisiatif tersebut sekaligus menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan destinasi bahari.
Dinas Pariwisata Kutim, melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Khairunisanur, mengatakan pemanfaatan sampah menjadi ecobricks merupakan salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam mengelola limbah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
“Ecobricks itu dari sampah-sampah plastik kita masukkan ke botol-botol,” ujarnya.
Sampah plastik yang dikumpulkan kemudian dapat dimanfaatkan menjadi material untuk berbagai kebutuhan sederhana. Di kawasan wisata, ecobricks juga dapat digunakan untuk membuat fasilitas pendukung, seperti spot foto maupun karya seni yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Menurut Khairunisanur, pengelolaan sampah menjadi perhatian penting bagi destinasi bahari seperti Pulau Miang. Sampah yang tidak tertangani berpotensi masuk ke lingkungan laut dan mengganggu ekosistem serta kehidupan biota di dalamnya.
“Jangan sampai karena adanya sampah-sampah dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab tadi, kemudian kehidupan di biota laut akan terganggu,” katanya.
Ia menilai kondisi lingkungan memiliki hubungan langsung dengan keberlanjutan pariwisata. Keindahan alam yang menjadi daya tarik wisata perlu dijaga agar tetap dapat dinikmati oleh masyarakat maupun wisatawan.
Karena itu, kepedulian terhadap sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat yang tinggal di kawasan destinasi. Wisatawan juga diharapkan ikut menjaga kebersihan dengan mengelola sampah yang dihasilkan selama melakukan aktivitas wisata.
Pemanfaatan ecobricks menjadi salah satu contoh bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif. Selain membantu mengurangi sampah plastik, hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung suasana kawasan wisata.
Dinas Pariwisata Kutim juga berencana mendorong pendekatan serupa di sejumlah destinasi lain, terutama kawasan yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan Geopark. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran lingkungan sekaligus mendukung pariwisata yang berkelanju (Adv.Kominfo)
