Sangattapos.com
Berita Pemerintahan

Sinergi TPPS Kutim, Perkuat Pemantauan untuk Tekan Angka Stunting

SANGATTAPOS, KUTIM – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutai Timur terus berupaya menekan angka stunting dengan melakukan kunjungan kerja ke tiga kecamatan, yakni Telen, Kombeng, dan Muara Wahau.

Meski tidak ditemukan kondisi kritis, angka keluarga berisiko stunting masih menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius.

Sekretaris TPPS Kutim, Achmad Junaidi B, mengungkapkan pentingnya edukasi dan pemenuhan gizi untuk menekan risiko stunting di masa depan.

“Ketiga kecamatan ini berada di ambang batas. Jika edukasi dan kebutuhan gizi terpenuhi, kondisinya akan jauh lebih baik,” kata Junaidi yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Jumat (24/1/2025).

Untuk mendukung upaya ini, TPPS berencana meluncurkan kartu pemantauan yang memungkinkan verifikasi data keluarga berisiko stunting dilakukan setiap enam bulan. Sistem ini diharapkan dapat memberikan data yang lebih akurat.

Menurut Junaidi, sinergi antara TPPS, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan pemerintah desa serta kecamatan menjadi kunci keberhasilan.

“Semua pihak harus terlibat. Tidak boleh ada yang absen dalam kegiatan ini,” tegasnya.

Salah satu kendala yang ditemukan adalah kurangnya verifikasi data di Kecamatan Kombeng, yang masih mencatat status keluarga berisiko stunting. Junaidi optimis, melalui pelatihan langsung untuk TPK dan kerja sama dengan desa, angka stunting akan menurun signifikan.(*)

Related posts

TPPS Kutim Temukan Dua Lokus Berisiko Stunting Aman, Achmad Junaidi: Verifikasi Data Harus Dilakukan

administrator

ARMY Gelar Simulasi Pencoblosan di Desa Segoi Makmur, Masyarakat Pastikan Dukungan Merantai Hingga ke Pelosok

administrator

Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung Guncang Dapil 3, Totalitas Menangkan Pasangan ARMY

administrator