Sangattapos.com
Sosbud

Di Balik Dengung Mesin Jahit, Nur Aini Merajut Harapan Perempuan Kaliorang

PAGI belum sepenuhnya matang ketika sebuah rumah sederhana di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur, mulai dipenuhi bunyi dengung mesin jahit. Pintu dan jendela dibiarkan terbuka lebar, membiarkan udara segar bercampur dengan aroma kain baru dan minyak mesin yang khas. Dari dalam ruangan, irama jahitan terdengar teratur, seolah menjadi penanda dimulainya hari yang penuh harapan.

Di ruangan itu, sejumlah perempuan duduk berjajar di kursi plastik. Tubuh mereka sedikit membungkuk, mata fokus mengikuti garis pola pada kain. Tangan-tangan terampil menggerakkan benang, melipat kain, lalu menekan pedal mesin dengan mantap. Sesekali terdengar suara gunting memutus sisa benang, atau tawa kecil yang memecah konsentrasi, menciptakan suasana kerja yang akrab dan hangat.

Di antara mereka, seorang perempuan berhijab tampak berjalan berkeliling. Ia berhenti di satu mesin, memperhatikan hasil jahitan, lalu memberi masukan dengan sabar.

Di kesempatan lain, ia melontarkan candaan ringan yang membuat suasana semakin cair. Perempuan itu adalah Nur Aini, sosok yang menjadi penggerak sekaligus penyemangat bagi para perempuan penjahit di Kaliorang.

Di usia paruh baya, energi Nur Aini masih terasa kuat. Sebagai Ketua Kelompok Kaliorang Jaya, ia membimbing perempuan dari berbagai desa di Kecamatan Kaliorang yang tengah mengikuti praktik menjahit. Pengalamannya membuka usaha jasa jahit, ditambah latar belakangnya sebagai lulusan sarjana pendidikan, membuatnya piawai tidak hanya dalam keterampilan teknis, tetapi juga dalam menyampaikan ilmu.

“Awalnya menjahit itu cuma hobi. Lama-lama, menjahit jadi cara untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar perempuan kelahiran Jepu-jepu itu sambil tersenyum.

Sekitar dua dekade lalu, Nur Aini mulai belajar menjahit di Bontang. Kini, pengalaman itu ia bagikan kepada rekan-rekannya melalui program pelatihan menjahit yang diselenggarakan PT Indexim Coalindo bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri Sangatta. Pelatihan tersebut dilengkapi dengan bantuan mesin jahit dan perlengkapan penunjang lainnya.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Indexim Coalindo, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga penguatan kelembagaan kelompok.

“Kami tidak hanya diajari supaya bisa menjahit dengan baik, tapi juga didampingi untuk mengembangkan usaha bersama. Cara mengelola kelompok, membagi peran, sampai membangun kerja sama, semua diperhatikan,” tutur ibu dua anak itu.

Ke depan, Nur Aini berharap keterampilan menjahit yang dimiliki dirinya dan para perempuan Kaliorang terus meningkat. Ia ingin mereka semakin percaya diri membangun usaha mandiri berbasis kelompok. Menurutnya, kerja sama adalah kunci untuk menyatukan potensi dan menjawab permintaan pasar yang lebih besar.

Menjelang siang, tumpukan hasil jahitan mulai tersusun rapi di sudut ruangan. Setiap helai kain yang selesai dijahit menjadi saksi kerja keras yang dilakukan bersama. Di tempat sederhana itu, Nur Aini dan para perempuan Kaliorang tidak sekadar menjahit pakaian, tetapi juga merajut semangat kebersamaan dan ketekunan demi meningkatkan perekonomian keluarga satu jahitan demi satu jahitan. (*)

Related posts

Persiapan Pelantikan, KKSS Kutim Hadirkan Tokoh Nasional

administrator

Kampanye Akbar ARMY, Ribuan Masyarakat Bergerak Bersama Menuju Kemenangan

administrator

Kodim Kutim Kejar Percepatan Vaksinasi, Muara Bengkal Digenjot

administrator