Sangattapos.com
Berita Pemerintahan

Dibalik Keberanian Damkar Kutim, Tersimpan Kenyataan Memprihatinkan

SANGATTAPOS — Di balik keberanian petugas pemadam kebakaran Kutai Timur yang setiap hari berjuang melawan kobaran api, kini tersimpan kenyataan memprihatinkan.

Hingga kini, mereka belum memiliki satu pun baju tahan api standar nasional yang mampu melindungi tubuh dari suhu ekstrem.

“Baju tahan api itu wajib dimiliki petugas, tapi kami belum punya. Selama ini hanya pakai seragam biasa dan rompi tebal seadanya,” ungkap Plt Kabid Sapras Damkar Kutim.

Padahal, APD semacam itu bisa menahan panas hingga 1.650 derajat Celcius, dan menjadi penyelamat utama bagi petugas yang harus masuk ke titik pusaran api.

“Risikonya besar. Tapi kalau kami menunggu alat lengkap, warga keburu kehilangan rumah,” tambahnya.

Tahun lalu, Damkar Kutim mengajukan 96 set APD lengkap, namun hanya terealisasi 50 unit. Sisanya belum dapat pendanaan. Meski begitu, petugas tetap menjalankan tugas tanpa ragu.

“Kami sudah terbiasa menghadapi panas. Tapi kalau punya alat pelindung yang baik, tentu lebih aman,” ujarnya.

Ia berharap ke depan pemerintah lebih memperhatikan keselamatan petugas.

Pemadam Kutim membutuhkan Uno Breathing Apparatus (SCBA) Bahan Composite dan Newtex Baju Tahan/Anti Api Proximity Fire Fighting Suit Radiant dalam menghadapi tantangan saat melakukan tugas memadamkan api yang cukup besar.

“Kami tidak meminta fasilitas mewah, cukup alat yang bisa menjaga nyawa. Karena kami turun ke api bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk menyelamatkan,” katanya. (Adv)

Related posts

Lewat Podcast, DPPKB Kutim Edukasi Masyarakat Cegah Stunting

administrator

DPMPTSP Kutim Dorong Transparansi dan Kepatuhan Izin Rumah Sakit

administrator

DPPKB Kutim Dorong Pembangunan Berbasis Data

administrator