
SANGATTAPOS — Penurunan angka stunting di Kutai Timur menjadi fokus utama pemerintah, lembaga sosial, dan sektor swasta melalui berbagai program kolaboratif.
Baru-baru ini, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim menggelar podcast Bangga Kencana, menghadirkan narasumber dari BAZNAS, PDAM, dan perusahaan swasta untuk membahas strategi penanganan stunting.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak awal kehidupan.
“Fokus kami tidak hanya pada keluarga berencana, tetapi juga pada pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, edukasi kesehatan reproduksi, dan jarak kelahiran,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan holistik ini penting agar anak-anak tumbuh sehat dan keluarga menjadi lebih mandiri.
Dukungan dunia usaha juga menjadi kunci. Hendra Kusuma Putra, CSR Officer PT Pamapersada Nusantara, menjelaskan perusahaan menyalurkan bantuan paket sembako dan kegiatan sosial bagi keluarga berisiko stunting.
“Kolaborasi lintas sektor adalah cara paling efektif untuk memastikan program berdampak nyata,” katanya.
Tak kalah penting, sektor publik juga bergerak. PDAM Tirta Tuah Benua menyediakan sambungan air bersih dengan biaya terjangkau, sekaligus memastikan data penerima manfaat tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kutim Drs. K.H. Masnip Sofwan, menekankan peran lembaganya dalam membantu keluarga kurang mampu melalui program Kutim Sehat dan Kutim Cerdas, menyalurkan ratusan paket makanan bergizi setiap bulan.
Sinergi ini diharapkan mampu menekan angka stunting dan menciptakan generasi Kutai Timur yang lebih sehat. (Adv)
