
SANGATTAPOS — Kesbangpol Kutai Timur terus berupaya memitigasi konflik tapal batas yang kerap muncul antara pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan instansi teknis seperti BPN, Dinas Tata Ruang, dan DPMDes untuk memastikan setiap permasalahan lahan dapat diselesaikan secara adil dan tepat waktu.
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional menjelaskan, Kesbangpol berperan sebagai pengumpul dan pemetaan data lapangan.
“Kami menyajikan informasi akurat mengenai batas wilayah dan potensi sengketa, sehingga instansi teknis dapat mengambil langkah penyelesaian yang sesuai regulasi,” ujarnya.
Pendekatan ini terbukti efektif menekan potensi konflik sejak awal. Data yang terkumpul membantu pemerintah mengetahui titik-titik rawan dan merumuskan langkah preventif, termasuk mediasi antara pihak yang bersengketa.
Langkah ini bukan hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Selain itu, Kesbangpol mendorong transparansi dengan menyampaikan laporan secara rutin kepada Forkopimda, sehingga setiap keputusan berbasis data yang jelas.
Sinergi lintas instansi ini menjadi contoh kolaborasi efektif yang menjaga stabilitas sosial, mencegah gesekan, dan memperkuat keamanan di Kutai Timur.
Dengan pendekatan ini, masyarakat dan pihak terkait merasa didengar dan diperhatikan, sehingga konflik tidak membesar dan dapat diselesaikan dengan damai.
Program ini menunjukkan bahwa pencegahan dini berbasis data dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan menjaga ketertiban sosial di Kutai Timur. (Adv)
