
SANGATTAPOS — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur terus menggencarkan program pasar murah sebagai langkah pemerintah daerah mengendalikan inflasi sepanjang 2025. Kegiatan ini digelar di 13 kecamatan dengan sasaran utama masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, mengatakan bahwa paket yang disalurkan berisi delapan jenis bahan pokok dengan nilai total Rp300 ribu. Namun, masyarakat hanya perlu membayar Rp100 ribu karena Rp200 ribu lainnya disubsidi pemerintah.
“Jumlah paket per kecamatan sekitar 2.300, distribusi melalui kepala desa agar tepat sasaran. Mekanismenya bergilir supaya semua warga punya kesempatan,” jelas Nora.
Ia menambahkan, sistem rotasi dilakukan agar pembagian berlangsung lebih adil, mengingat jumlah penerima tidak sebanding dengan total warga di tiap kecamatan. Meski demikian, keluhan kadang muncul dari warga yang belum mendapatkan paket. Untuk itu, Disperindag menekankan pentingnya transparansi dan koordinasi antarwilayah dalam setiap penyaluran.
Program ini juga menjadi sarana pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Disperindag memanfaatkan pemantauan digital real time guna mengantisipasi lonjakan harga yang dapat memicu inflasi daerah.
“Ini bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat kecil dan langkah nyata menjaga kestabilan ekonomi lokal,” tegas Nora.
Selain bahan pokok, pemerintah turut mengawasi distribusi beras premium dan medium melalui kerja sama dengan Bulog, termasuk penyaluran beras SPHP yang lebih terjangkau. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan harga sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat Kutai Timur. (Adv)
