
SANGATTAPOS — Malam puncak penutupan Festival Pesona Budaya Kutai Timur 2025 berlangsung meriah dan sukses dengan disaksikan jutaan pasang mata memandang. Gelaran yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM lokal.
Selama tiga malam penyelenggaraan, sebanyak 40 stan UMKM berhasil mencatatkan omzet total mencapai Rp200 juta. Capaian ini menjadi bukti bahwa sektor ekonomi kreatif di Kutim terus tumbuh dan mendapat dukungan kuat dari masyarakat maupun pemerintah.
“Festival ini bukan hanya memperkenalkan budaya dan menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi UMKM Kutim,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Fadliyansyah, dalam laporannya.
Ia menambahkan, berbagai komunitas seni dari pedalaman hingga pesisir turut memeriahkan acara melalui tari daerah, musik tradisional, dan kegiatan budaya lainnya. Selain itu, di area pameran juga ditampilkan galeri perjalanan sejarah Kutai Timur, yang menjadi daya tarik utama pengunjung. Fadliansyah berharap penyelenggaraan festival dapat memperkuat rencana pendirian Museum Daerah Kutai Timur.
“Semoga cita-cita berdirinya Museum Kutai Timur dapat berjalan lancar,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kutai Timur atas dukungan penuh terhadap program kebudayaan. Ia mengajak masyarakat terus melestarikan budaya sebagai identitas daerah.
“Malam ini waktunya hiburan, jangan hanya fokus kerja. budaya harus terus dijaga,” ujarnya Mulyono.
Festival Pesona Budaya 2025 menjadi bukti bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat. (Adv/sul)
