
SANGATTAPOS – Desa Suarga Bara meraih penghargaan Desa Layak Anak (DLA) berkat komitmennya dalam menyediakan fasilitas ramah anak. Infrastruktur seperti MCK yang memadai, fasilitas bermain yang aman, dan ruang publik yang nyaman menjadi prioritas utama untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman.
Selain fokus pada infrastruktur fisik, Desa Suarga Bara juga gencar melakukan pendataan balita secara intensif. Langkah ini bertujuan untuk menekan angka stunting melalui program yang melibatkan posyandu, kader kesehatan, dan pendamping desa, memastikan intervensi yang tepat sasaran.
Kepala desa Swarga Bara Wahyuddin Usman, menekankan bahwa penghargaan Dekela bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga indikator nyata dari perhatian dan investasi desa terhadap generasi muda.
“Keberhasilan DLA bukan sekadar penghargaan, tapi indikator nyata perhatian terhadap generasi muda,” ujarnya.
Desa ini juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan dan kewirausahaan sejak dini. Anak-anak diajak untuk mengenal alam, belajar tentang pertanian, serta memahami dan melestarikan budaya lokal. Tujuannya adalah untuk membentuk warga yang mandiri, peduli terhadap lingkungan, dan bangga akan identitas budaya mereka.
“Dengan fasilitas dan program yang ada, anak-anak merasa nyaman dan termotivasi belajar. Desa ini bukan hanya tempat tinggal, tapi ruang tumbuh kembang yang ideal,” tambah kepala desa.
Ke depan, Desa Suarga Bara berencana mengembangkan program edukasi tambahan, termasuk pelatihan bahasa Inggris dan berbagai keterampilan praktis.
Inisiatif ini diharapkan dapat membekali anak-anak dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi tantangan global, sambil tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. (Adv)
