Sangattapos.com
Berita Pemerintahan

Capil Kutim Target Semua Anak di Kutim Memiliki KIA 2026

SANGATTAPOS — Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur terus mempercepat penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai bagian dari program nasional administrasi kependudukan yang inklusif. Hingga kini, realisasi penerbitan KIA di Kutim telah mencapai sekitar 60 persen dari total anak berusia di bawah 17 tahun, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan identitas resmi bagi seluruh anak.

Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menegaskan pentingnya KIA bagi anak-anak. “KIA ini sama pentingnya dengan KTP. Anak-anak juga harus punya identitas resmi sebagai bentuk perlindungan hukum dan kemudahan akses layanan publik,” ujarnya.

KIA tidak hanya menjadi dokumen resmi, tetapi juga memudahkan anak mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Namun, implementasi program ini masih menghadapi kendala. Dari 18 kecamatan yang ada, baru empat kecamatan, yaitu Muara Wahau, Kongbeng, Muara Bengkal, dan Kaliorang, yang memiliki fasilitas pelayanan KIA secara penuh. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor utama, terutama untuk pengadaan printer dan perangkat cetak KIA.

“Target kami, sebelum 2026 seluruh kecamatan sudah bisa melayani KIA. Beberapa pengadaan memang tertunda karena pemangkasan anggaran, tetapi kami tetap berupaya maksimal,” jelas Jumeah.

Disdukcapil Kutim juga menyiapkan strategi jemput bola, mendatangi sekolah-sekolah untuk memastikan anak-anak bisa memiliki KIA meski berada di wilayah yang sulit dijangkau.

“Harapannya, semua anak di Kutim memiliki KIA sebelum 2026. Ini bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang modern dan menyentuh hingga pelosok,” pungkasnya.

Program ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem administrasi kependudukan yang inklusif dan melindungi hak-hak anak di Kutai Timur. (Adv)

Related posts

Merah Putih Pintar, Ajarkan Wawasan Kebangsaan di SMK Senggi

administrator

Karang Taruna Tuntut Pihak Kecamatan Kaliorang 

administrator

Achmad Junaidi, Paparkan Delapan Jurus Pemerintah Tekan Angka Stunting

administrator