Sangattapos.com
Berita Pemerintahan

Jangan Jual Kabel Abal-Abal: Disdamkartan Kutim Akan Datangi Toko Listrik, Ingatkan Bahaya Kebakaran

SANGATTAPOS — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah preventif untuk menekan kasus kebakaran akibat instalasi listrik berisiko. Maraknya penggunaan kabel non-standar menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Banyak kebakaran rumah maupun tempat usaha dipicu dari korsleting yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal. Karena itu, edukasi kepada pedagang dinilai sangat penting.

Kepala Bidang Pencegahan, Adriansyah, mengungkapkan bahwa Disdamkartan akan mendatangi toko-toko listrik di wilayah Kutim. Langkah ini untuk mengingatkan pedagang agar tidak menjual kabel “abal-abal” yang tidak memenuhi standar keamanan. Edukasi dilakukan agar pedagang memahami dampak besar dari kelalaian menjual kabel di luar spesifikasi. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi dalam meningkatkan keselamatan masyarakat.

“Kami akan memberikan sosialisasi kepada pedagang mengenai ciri-ciri kabel yang berkualitas dan sesuai standar keamanan. Ini termasuk memastikan kabel memiliki sertifikasi resmi dan tidak menimbulkan risiko korsleting,” jelas Adriansyah.

Ia menegaskan bahwa standar teknis menjadi indikator utama kualitas kabel. Pedagang juga didorong lebih selektif dalam memilih distributor agar tidak salah menjual produk.

Menurutnya, kabel non-standar sering menjadi pemicu kebakaran yang menimbulkan kerugian besar. Kerusakan materi hingga korban jiwa bisa terjadi hanya karena penggunaan kabel yang tidak layak. Kesadaran masyarakat dalam memilih produk kelistrikan masih perlu ditingkatkan. Karena itu, edukasi dari pedagang kepada konsumen juga sangat diperlukan.

Disdamkartan turut mendorong pedagang untuk lebih aktif memberikan pemahaman kepada pembeli terkait keamanan produk. Konsumen diingatkan agar selalu memeriksa logo sertifikasi dan memilih kabel yang sesuai kebutuhan daya.

“Perhatian terhadap kualitas produk menjadi langkah awal mencegah korsleting. Dengan cara ini, risiko kebakaran bisa ditekan lebih efektif,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen Disdamkartan dalam meningkatkan keselamatan listrik di rumah dan tempat usaha. Adriansyah berharap kolaborasi ini tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga membantu pedagang menjaga reputasi mereka. Keselamatan, ujarnya, harus menjadi prioritas utama semua pihak. Upaya ini sekaligus membangun ekosistem penjualan yang lebih bertanggung jawab. (Adv)

Related posts

Festival Pesona Budaya 2025, Ardiansyah Perkenalkan Budaya Tarsul Klasik Kutai

administrator

Meriahkan Tarhib Ramadhan: 2800 Peserta Gaungkan Semangat Generasi Islam Tangguh

administrator

Dibalik Keberanian Damkar Kutim, Tersimpan Kenyataan Memprihatinkan

administrator