
SANGATTAPOS.COM – Kondisi kemarau mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan dan distribusi air di Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Penurunan debit air mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan SP 8 yang mengalami berkurangnya distribusi air kepada masyarakat.
Camat Rantau Pulung Vita Nurhasanah mengatakan, kondisi debit air saat ini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan ketika wilayah tersebut belum menghadapi kekeringan. Perubahan tersebut turut memengaruhi pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
“Debit air saat ini sangat jauh turun dibandingkan saat tidak terjadi kekeringan,” ujarnya.
Menurut Vita, kondisi kemarau yang berlangsung mulai terlihat pengaruhnya terhadap sejumlah sumber air di wilayah kecamatan. Penurunan debit membuat ketersediaan air yang dapat disalurkan kepada masyarakat menjadi lebih terbatas dibandingkan kondisi normal.
Salah satu wilayah yang terdampak yakni SP 8. Masyarakat di kawasan tersebut mulai mengalami kekurangan dalam distribusi air, sehingga kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan selama periode kemarau.
“Khususnya di SP 8 itu terjadi kekurangan distribusi untuk air,” katanya.
Vita menyampaikan, pemerintah kecamatan terus memantau kondisi di lapangan untuk mengetahui perkembangan dampak kekeringan terhadap kebutuhan masyarakat. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya melihat wilayah yang mengalami penurunan distribusi air.
Selain pemantauan, koordinasi dengan perangkat daerah dan unsur terkait tetap dilakukan apabila kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut. Langkah tersebut diperlukan agar persoalan distribusi air dapat direspons sesuai kondisi yang terjadi di lapangan.
Pemerintah kecamatan berharap kondisi debit air dapat kembali membaik seiring berakhirnya periode kemarau. Selama kondisi tersebut berlangsung, masyarakat juga diharapkan dapat menggunakan air secara bijak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Adv/Kominfo)
